Biliar Siap Tempur ke SEA Games 2017


Biliar Siap Tempur ke SEA Games 2017, Bidik Minimal Satu Emas

 

Jakarta - Minimal satu medali emas ditargetkan tim nasional Biliar dalam perhelatan SEA Games 2017 mendatang di Kuala Lumpur, Malaysia.

Tim nasional biliar sudah menjalani pemusatan latihan di Mess, Pulo Asem, Jakarta Utara, sejak awal tahun 2017. Tim inti berisikan 10 orang juga sudah dibentuk. Mereka adalah Arun, Gebby Adi Wibawa Putra, Irsal Afrinneza Nasution, Jaka Kurniawan, Jefry Zen, Marlando Sihombing, Muhammad Bewi Simanjuntak, Yoni Rachmanto, Angelina Magdalena Ticoalu, dan Silviana Lu. 

Biliar sendiri menjadi salah satu andalan Indonesia dalam meraih medali emas. Di SEA Games kali ini, biliar mempertandingkan tujuh nomor yakni snooker single, snooker doubles, english billiards single (100 points up), english billiards double, 9-ball pool singles men, 9- ball pool doubles, dan 9-ball pool singles women.
 

Sebelas hari jelang keberangkatan, Kepala Pelatih Tim Nasional Biliar Robby Suarly mengaku timnya dalam kondisi siap tempur. Persiapan bahkan disebutnya lebih baik dibandingkan sebelum-sebelumnya.

"Jika membandingkan dengan SEA Games 2015 sebenarnya persiapan teknik dan non teknis yang kami lakukan saat ini justru yang paling siap," katanya ketika ditemui Mess, Pulo Asem, Jakarta Utara, Rabu (9/8/2017).

"Tapi karena tim manajemen ada blunder di hari-hari terakhir jadi menurut saya tekanan yang tadinya kami tidak kehendaki, kemudian diberikan kepada anak-anak yang membuat jadi buyar dan mengakibatkan over presure. Padahal, jajaran pelatih sendiri sudah memberikan presure pada saat latihan, selalu. Bahkan kami tanamkan kalau latihan harus ada presure, tapi bukan tekanan yang negatif atau seperti bom yang diletakkan oleh diri kita sendiri."
 

Biliar Siap Tempur ke SEA Games 2017, Bidik Minimal Satu EmasFoto: Hasan Al Habshy


"Nah, manajemen lama itu yang tidak paham. Dan beruntung kali ini semua sudah jauh lebih kondusif. Maka itu lah yang saya bilang kondisi tim sudah jauh lebih siap dan sesuai perencanaan kami sejak awal," tuturnya.

Di SEA Games nanti, tim biliar Indonesia ditargetkan bisa membawa pulang setidaknya satu medali emas. Dari perhitungan Robby, target itu terbilang cukup realistis.

"Kami ditarget satu emas. Kami juga tidak berani muluk-muluk karena SEA Games 2015 kami jeblok hanya satu perunggu, setelah SEA Games 2013 Myanmar kami meraih dua emas, satu perak, satu perunggu. Ya perhitungan kami semoga bisa dapat yang satu emas itu. Kami berharap dari pool karena secara data lebih dekat ke sana," katanya.

"Modal kita karena mulai 1997 permainan pool ini dimainkan di meja yang benar, sebelumnya hanya meja snooker, atau meja yang lebih kecil. Jadi sejak dimainkan 1997 Indonesia selalu hampir mendulang emas di nomor pool. Kecuali tahun 2005, 2007, dan 2015 saat di Singapura lalu."

"Sedangkan yang kedua adalah pendataan. Mungkin kata orang biliar bukan cabang terukur, tapi bagi kami olahraga ini terukur karena kami punya cara untuk mengukur salah satunya dari game level. Itu kelihatan karena game level itu sudah kami gunakan sejak SEA Games 2011. Kami menggunakan data itu dan sangat akurat, termasuk kegagalan di Singapura itu itu sebagai evaluasi juga," ujarnya.

Sementara dari segi persaingan, Robby menyebutkan bahwa Filipina akan menjadi pesaing terkuat tim Merah Putih. Singapura dan Vietnam juga tidak bisa diremehkan. Sementara dari sisi divisi snooker, mantan pemain tim nasional biliar ini mengatakan bahwa tuan rumah akan menjadi hadangan besar. Berikutnya ada Thailand.

"Sementara nomor english biliar, peta kekuatannya dari Singapura, Myanmar, dan Thailand sendiri. Jadi masing-masing punya perbedaan karakter sendiri," ucapnya.